Artikle

“Hitam kulit keriting rambut bersatu padu dalam ras melanesia ku”

Melanesia

Wikimedia mendefinisikan Melanesia dalam bahasa junani artinya (“pulau hitam”) gugus kepulauan memanjang dari kepulauan Nusa tenggara timur.  Istilah Melanesia pertama kali digunakan oleh penjelajah dari berasil bernama Jules Dumont d’Urville pada tahun 1832. Untuk menunjuk ke sebuah kelompok etnis dan pengelompokan pulau-pulau yang berbeda dari Polinesia dan Mikronesia.

Demi memelihara keutuhan dan mempertahankan karakteristik manusia, yang berkulit hitam berambut keriting yang mendiami di bumi cendrawasih Papua. “Termasuk ; Timor, Alor, Halmahera, Papua, Papua Nugini, Solomon, Vanuatu, Kaledonia Baru (French Polynesia), dan Fiji.” jelas, (Suroto, 1 November 2020).

Dalam konteks  pulau hitam yang dimaksud adalah Manusia yang hidup turun temurun diatas pulau itu dengan teratur, Yang berkulit hitam berambut keriting yang mendiami, menetap, dan berkembang di wilayah fasifik sebagai ras melanesia.

    J.D. d’urville bermaksud. Gugus kepulauan memanjang,  adalah memperjelas atau membenarkan garis melanesia, agar tidak salah menerjemahkan. Kehidupan orang Melanesia penuh suka cita, ramah, saling memahami, saling mematuhi hukum dan wilayah hidup antar suku atau marga dengan batas wilayah hidup yang ditandai dengan kepemilikan sungai, gunung, dusun berkebun, tempat berburu, dusun buah Padang (Woromo), relasi sosial, batas lintas bisnis, telah terjaga terpelihara utuh dengan baik.

Semua mata rantai kehidupan berjalan dengan tetap menjaga dan menjunjung tinggi kesetaraan antar sesama manusia yang beradat, berbudaya, serta berbudi luhur  berkelanjutan secara komunal.

referensi:
Dr.Socrates Sopyan Yoman.(Pemusnahan Etnis melanesia)
Hans Magal dalam buku Markus Haluk. Timika Papua,( Oktober 2014).
KBBI
Wikimedia

Penulis Evis Yoman

Editor Rosarius Tebai

Puisi

Cinta berawal dari pisau dapur

Cerita orang ketiga diceritakan sebagai orang pertama

Karena tidak merespon Tanya Qu?
Deskripsi isi puisi

Pisau belian ketua dapur asrama menggores jari manis ku.  Jari ku berdarah-darah diantara, darah daging ayam yang kita sedang potong dengan ceria, di dapur yang sempit.

Ku menahan napas dalam-dalam, pelukan tidak sengaja sambil menggenggam air merah yang sedang berjatuhan di wastafel dapur.

Hati kecil berdetak lebih cepat seperti sakit insomnia akibat efek kafein yang terkandung dalam zat kopi,  kehadiran mu saat itu memompa semangat bibit cinta ku pada-mu tapi sekaligus menekang kesakitan goresan pisau dapur.

Ku tahu bibit itu, perlu dipupuk dan di airih, dengan suatu pola yang ku biarkan itu terjadi secara alami. Pohon mirip sagu ditepi jalan itu, telah menjadi saksi bahwa ku selalu mengajak mu kesitu.

Mungkin kau merasa tidak asing lagi dengan tempat yang sama,(Bosan). Tetapi sebenarnya aku punya pola tersendiri, belajar untuk melindungi mu di masa depan, tapi masa depan itu, kau tengelamkan di telaga tidak bernama, dengan hematkan suara-suara penuh rekayasa mu, Saat aku tanya?

educative, non fiksi

MATM“Menyesal aku tidak meniru…”

Good Gosip


Untuk mengobati keresahan hati dan membongkar rahasia yang besar, kita bisa mulai dari hal-hal kecil dan sederhana. misalnya anda mengangkat kelebihan sahabat kamar mu. Dengan cara apapun yang anda mampu melakukannya. Untuk itu saya sedang gosip, dengan menulis.

Doa ku yang tulus
kepada pembaca(You) agar menangkap pesan ini. Dengan penuh semangat dan harapan. Untuk
melihat sesuatu yang baik tapi sedang
diabaikan. “ ada hal baru menunggu ku tapi aku seolah-olah belum melihatnya” ibarat jika orang siapa saja mau bertamu di rumah kita,
satu hal yang harus dan pasti kita lakukan adalah kita menerima kehadirannya untuk memberkati kita, entah apapun itu bentuk
berkat-nya.

Kebiasaan ku yah…terlihat
malas tahu,  tapi aku cepat peka pelajari, fenomen atau interaksi sosial dilingkungan ku. Hal itu merupakan berkat Tuhan bagi ku, saya
percaya dan yakin bahwa
setiap orang memiliki kekuatannya, masing-masing,  untuk kembangkan good Gosip sebagai gaya hidup . Oleh karena-Nya, aku
bersedia hadir disini untuk perjelas dengan apa
yang ku bisa lakukan. .

Ia Yang Ku Maksud

Tinapur Yikwa


Aku benar-benar kagum, kekaguman ku pada-mu, aku bersemangat dan bergairah untuk membungkus semua kisah ini sebagai  cerita kemenangan
fictor stori didalam pena Yonda. Cerita kemenangan adalah sebuah pernyataan “Iman”  terhadap pengalaman hidup, atau lebih sederhana lagi, sudah menang dari kisah cerita tersebut. Jadi saya sedang cerita sebagai pemenang atas-Nya.

Didalam mu, Ada
setumpuk gaya hidup yang sudah terlatih dengan waktu yang lama sekali. Kehadiran mu
mengajarkan sesuatu, bagaimana? bertindak sebagai
orang yang dewasa, (kau dewasa sekali.) Dan bagaimana? memimpin diri sendiri sebelum memimpim dikalangan yang lebih
luas. Anda adalah teladan ku dan lingkungan-mu. Hal
yang semua orang senang adalah anda  tidak mementingkan status sosial. 

Dalam melakukan sesuatu barangkali anda memiliki misi sederhana dengan
harapan bahwa, orang lain belajar sesuatu oleh mu.


Saya percaya kami menangkap bagimana ? keterbukaan hati dan pikiran untuk menerima hal-
hal baru yang mendidik hidup kami. Kami adalah komplotan mahasiswa yang tinggal di negeri yang hanya ada dua musim ini, sebagai penduduk defacto atau penduduk sebentara.

Saya merasa Kau akan dirindukan saat tidak bersama lagi.. ,seperti saat kita baku tipu dengan bebas, karena istri tidak melarang kita begadang, kapan saja. Yah..karena memang kita
belum menikah. Tapi kau berperilaku lebih dewasa.

Orang orang sudah dikaruniai banyak anak, tapi banyak yang tidak menempatkan diri sebagai orang dewasa. Dari sini terlihat bahwa dewasa itu tidak selalu diukur dari usia seseorang, tapi karakter tercermin di lingkungan sosial.

Penulis. N. Evis Yoman

Editor. Oleh Nia

Artikle

Happy Internasional Women,s Day”

Oleh: Evis Yonda

      Hari ini merupakan (International Women’s day) yang dimana Google Doodle  telah merayakan hari  Perempuan Sedunia hari ini, Senin (8/3/2021).

    Yang di published oleh TRIBUNNEWS.COM sebagai wujud dari perayaan yang dimaksud. 

     Dengan “Terdapat video ilustrasi, berupa gambar dua telapak tangan saling menggenggam.kemudian, dua kata Google berlatar belakang tangan-tangan lain yang terangkat ke atas.” Seperti yang anda lihat diatas.

       Jawahir Gustav Rizal.  Juga menulis dan menbahas tentang Latar Belakang, Hari Perempuan Internasional, Hari Perempuan Internasional Pertama Diusulkan, Perayaan Pertama Hari Perempuan Internasional, Hari Perempuan Internasional Sekarang dengan Temah “Choose to Challenge” (memilih untuk menantang).

       Dengan semangat memperingati hari (Internasional Wamen day) maka penulis memberikan judul “Pandangan Pria Terhadap Wanita: Papua” karena merasa perlu dan penting untuk kontribusi pandangan-pandangan pria pada umumnya, dan khusus untuk kaum pria orang asli papua (OAP). Berdasarkan pengalaman,pengamatan dan wawancara melalui telepon genggam dengan salah satu wanita asal papua bernama. Karlina Y sekitar pukul 19:13 wib dan 17:13 wib sampai selesai wawancaranya.

    Berdasarkan literasi yang penulis baca, pada momen ini banyak pihak yang merayakan dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang mengangkat kisah kisah perempuan yang membuat terobosan mendaki gunung tertinggi, berhasil meraih medali emas, sukses secara akademisi ada juga yang merayakan dengan keluarga tercinta.  Ada pulah yang  mendesain poster, untuk pacarnya sebagai wujud dari rasa kasih sayang dangan selipkan kata-kata dan uplaod di berbagai media sosial. Selanjutnya komunitas atau organisasi yang diminta kepada anggotanya, untuk merekam video berdurasi pendek untuk menyampaikan sepatah kata bahkan ada yang belajar sejarahnya dan menulis (literasi).

   Dengan ini maka saya secara pribadi terdorong dan bergairah, untuk menulis cara pandang pria terlebih khusus orang asli papua. Sesuai pengalaman,pengamatan dan literasi penulis.

     Sebagian besar kaum pria beranggapan, bahwa wanita itu lemah, sekolah setinggi apapun tetap kerja di dapur, kalau sudah bayar maskawin dengan lunas (bayar kepala), maka diperlakukan wanita seperti apapun sewenang-wenang, bahkan semua tangungjawab dalam rumah tangga, diberatkan kepada wanita. Dan diperlakukan seperti pembantu atau bundak dan bukan sebagai penolong atau pedamping.(Pengamatan penulis)

     Perlu ketahui bahwa wanita itu tidak bisa dipandang dari satu aspek saja, karena wanita mulai dianggap lemah/rendah berawal dari kebiasaan orang Eropa saat itu manusia mengangkat beban padi di tunggangi diatas roda dua dan dorong. Sehingga pada kondisi-kondisi tertentu wanita belum bisa mengerahkan roda, karena massa beban lebih berat dari pada  energi yang diperlukan untuk dorong  beban (Padi).

    Jadi perlu pria ketahui adalah lemah yang dimaksud hanyalah secara fisik. Peryataan apapun yang diberikan kepada kaum wanita. Tidak lepas dari cara pandang pria sehingga penulis mengajak dan memperkaya pandangan tentang mereka(WANITA).

   Jadi sesungguhnya, wanita itu bukan makhluk yang lemah, mereka di dapur melakukan tanggungjawab  sebagai wanita bukan karena status sosial (Gelar). 

“Mereka mampu,mereka bisa, mereka guru pertama bagi anak-anak cucu dan bangsa kita, mereka penolong, mereka pendamai dan pertahanan dalam keluarga, mereka manusia yang memiliki kemampuan, potensi,skill, dan mampu melakukan segala sesuatu yang tidak melebihi kapasitas mereka, mereka penenang jiwa, mereka spesial, mereka memiliki nilai dan derajat yang sangat berarti dimata TUHAN”.


Wanita harus dan perlu dipandang sebagaimana Tuhan memandang mereka, sebagai makhluk yang unik, istimewa dan memiliki nilai yang sama, sesama manusia sebagai makluk yang hidup dan mulia.

Artikel ini bersifat deskripsi karena semua muatan atau isi artikel ini
bersumber dari pengalaman dan pengamatan penulis.

refrensi:

Penulis: Wahyunanda Kusuma Pertiwi Editor: Reska K. Nistanto 
melalui https://www.kompas.com

✓ Karli Y pada 08/03/2021(sekitar bukul 19:13 wib dan 17:13 wip sampai selesai ✓wawancarnya). https://www.tribunnews.com

non fiksi

Tentang Pesan Mama Yang Tidak Terungkap Tapi Tergambar Melalui Tindakanya

Ibu adalah seorang ratu yang tidak bermahkota, tapi bertelapak kaki surga.( P. Arbi Y, 12 agustus 2021). Burung pagi bernyanyi kau telah pergi berkebun, Embunya dipagi hari membungkus tulang kering mu. Kau memikul noken-noken besar dan kau pergi untuk jual hasil panenan-mu, untuk menunjang sekolah ku.( Roy Kombian, lyrick;2016).


Di waktu kecil, kau tidak terganggu dengan perilaku tidak wajar, seperti buang air kecil dan besar saat kau sedang makan, justru kau membersihkan nya dengan tanggung jawab. Memeluk ku dengan kasih sayang, saat meminta susuatu dengan bahasa air mata(menangis). Orang lain dilingkungan melihat mu, marah kepada ku tapi, mereka belum tahu, didadam kemarahan mu, mengandung pesan mendidik hidup ku.  Aku bersukur memiliki mu mama.


Saat bergegas jual hasil panenan kebun dari dusun desa, kau duduki aku di antara noken-noken besar yang kau pikul. Setelah dipasar aku menghitung barisan dan tumpukan jualan itu sambil bermain. kau menahan panas mentari yang begitu mengila, ku amati pakaian sobek-sobekan mu yang kau kenahkan itu kesana-kemari oleh tiupan angin yang tak menentu nasip jualan hari itu.


Hampir setiap kali berjualan, hal itu jadi terus menerus. Tapi saya percaya, bagi mama sudah biasa saja. dari hasil jualan yang tidak menentu itu, kau mengolah sisipkan sedikit-demi sedikit, hari ganti hari, bulan dan tahun pun berlalu. semua itu kau lakukan utuk menunjang sekolah ku.


Perjuangan mama adalah semangat hidup-ku. Nilai: kasih sayang,kepedulian,penggorbanan, dan kerja keras, akan ku tanjapkan didalam sanubari ku, aku berdoa dengan tetesan air yang membasahi daerah pipi, bahwa semangat juang itu datang ke hidup-ku.


Maaf mama, aku melakukan apapun kepada orang lain seperti nilai-nilai yang kau teladani. Sebagai wujud dari membalas budi mu tetapi tetap saja, masih terganjal di benak-ku betapa dalam dan luas kasih sayang mu pada-ku.  


Bagi ku menulis perihal ini adalah cara-ku menggobati ganjalan kasih sayang-mu ibu.  

educative

DILARANG JUAL TANAH ATAU JANGAN MENJUAL TANAH (Kejadian 2:15)

Artikel

Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman,MA.

“FILOSOFI HIDUP ORANG LANI TANAH ADALAH KEHIDUPAN KAMI. Tanah sebagai kekayaan dan warisan sangat berharga dalam hidup orang Lani. Tanah sebagai sumber hidup orang Lani. Tanah sebagai Mama orang Lani. Tanah sebagai roh orang Lani. Tanah sebagai investasi dan modal hidup anak dan cucu Orang Lani. Karena itu, tidak ada alasan untuk jual tanah atau serahkan tanah kepada siapapun, alasan apapun dan kepentingan apapun.” (Ndumma Socratez S.Yoman, Ita Wakhu Purom, 13 Mei 2019).

Menjual tanah berarti kita menyerahkan dan mengantungkan hidup kita di tangan orang-orang pendatang. Menjual tanah betarti kita menanam kemiskinan dan kemelaratan seumur hidup. Menjual tanah berarti kita menghancurkan masa depan anak dan cucu kami. Menjual tanah berarti kita membunuh masa depan anak dan cucu kami.

Setelah ada pernyataan iman dari Uskup Keuskupan Timika alm. Mgr. John Philipus Saklil, Pr, kita semua disadarkan dari ketidaksadaran dan dari kenyamanan dan kemapanan semua dan zona nyaman yang hampa.

Alm. Uskup John pernah menyatakan: “Rakyat Papua bisa hidup tanpa uang, tapi mereka tidak bisa hidup tanpa tanah.”

Pada 1 September 2018, kita disadarkan kembali oleh alm. Uskup Saklil, bahwa ia menolak dengan tegas program transmigrasi di Papua, termasuk di Kabupaten Mimika dengan alasan apapun, termasuk kepentingan pemekaran.

“Untuk apa program itu ada kalau hanya menggusur masyarakat lokal? Karena itu, pada prinsipnya Gereja tidak setuju dengan program transmigrasi bukan hanya di Mimika, tapi juga di seluruh Tanah Papua.”

Uskup lebih jauh menegaskan: “Aneh sekali kalau program transmigrasi dianggap sebagai solusi. Justru itu yang menyebabkan kerusakan sumber kehidupan masyrakat lokal. Dusun-dusun masyarakat lokal habis.”

Ia memperkuat dan mendukung pernyataan gubernur Papua. ” Gubernur juga tidak setuju, karena masuknya transmigrasi itu, maka warga lokal akan semakin tersisih dan menjadi kaum minoritas di tanahnya sendiri. Transmigrasi ini juga akan menimbulkan konflik karena timbul kecemburuan sosial. Transmigrasi tidak bisa menjawab persoalan itu.”

Alm.Uskup Saklil sebagai wajah TUHAN yang nyata telah menghadirkan Kerajaan Allah di bumi nyata. Mantan Uskup Timika ini hadirkan Injil di bumi Papua. “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Matius 6:10).

Alm. Uskup Saklil menjadi suara dan wajah Tuhan yang nyata di bumi Papua. “Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka” (Amsal 31:8-9).

Mengapa Uskup berdiri untuk umat Tuhan di West Papua sebagai kepanjangan tangan Tuhan Yesus? Karena, “…air mata orang-orang tertindas dan tak ada yang menghibur mereka, karena dipihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan” (Pengkhitbah 4:1).

“Kalau engkau melihat dalam suatu daerah orang miskin ditindas dan hukum serta keadilan diperkosa, janganlah heran akan perkara itu, karena pejabat yang satu mengawasi yang lain, begitu pula pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi mereka” (Pengkhotbah 5:7).

Kongres Gereja Baptis Papua melarang menjual Tanah Salah satu keputusan Kongres ke-18 Gereja Baptis Papua pada 11-14 Desember 2017 di Wamena ialah dilarang menjual tanah di wilayah pelayanan Baptis, terutama di kabupaten Lanny Jaya. Karena sebelum ada kabupaten Lanny Jaya, wilayah ini sejak 28 Oktober 1956 adalah milik Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua.

Siapapun dan dengan alasan apapun, Tanah di wilayah Baptis di Kabupaten Lanny Jaya tidak ada yang dijual. Semua aset, terutama tanah yang digunakan pemerintah/aparat keamanan akan direnegosiasi (dibicarakan) ulang. Tanah tidak akan dijual tapi disewa dan dikontrak.

Sikap Uskup Timika dan Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua dalam upaya menegakkan apa yang disampaikan oleh TUHAN Allah kepada Manusia pertama, Adam, “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkan dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” (Kejadian 2:15).

Dalam perintah TUHAN sangat jelas, yaitu taman Eden Papua ini bukan untuk dijual, bukan untuk Transmigrasi, bukan untuk bangun basis TNI/Polri dan bangunan lain-lain. Taman Eden di Papua diberikan TUHAN kepada Orang Asli West Papua untuk USAHAKAN dan MEMELIHARA.

TUHAN memberikan kuasa, mandat dan tanggungjawab kepada kita supaya memelihara & mengusahakan: bangun rumah, buat kebun, buat kandang ternak babi, dll.

Kutuk, malapetaka, murka dari TUHAN Allah turun-temurun kepada orang-orang yang melanggar Firman TUHAN & dan jual Tanah.

Karena bagi orang yang menjual Tanah adalah orang yang tidak berhikmat dan tidak berakal budi. Orang yang menjual Tanah adalah orang tidak berilmu dan bodoh. Orang yang menjual Tanah adalah yang menciptakan kemiskinan pemanen untuk anak dan cucunya.

Orang menjual Tanah adalah orang yang menjadikan anak dan cucunya menjadi budak-budak dan pengemis abadi di atas tanah leluhur mereka. Orang yang menjual Tanah adalah orang yang tidak menghormati TUHAN dan leluhur/nenek moyangnya.

Orang yang menjual tanah mengantungkan hidup dan harapan semu/sia-sia kepada orang-orang pendatang. Orang yang menjual tanah adalah orang-orang yang menjual tulang belulang leluhur dan nenek moyangnya. Terkutuklah mereka yang menjual tanah.

Tanah adalah mama/ibu kita. Tanah adalah hidup kita. Tanah adalah kekayaan sangat berharga bagi anak dan cucu kita. Tanah adalah investasi dan tabungan dan kekayaan masa depan anak dan cucu kita.

Dengan dasar ini, saya berkampanye: TANAH JANGAN DIJUAL ATAU DILARANG JUAL TANAH.”

TUHAN Allah menugaskan kepada Adam dan Hawa dan kita semua sekarang supaya Taman Eden Papua ini diusahakan dan dipelihara bukan untuk dijual dan diserahkan kepada orang-orang pendatang.

“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkan dalam taman Eden (Tanah Papua) untuk mengusahakan dan memelihara taman itu (taman Papua)” (Kejadian 2:15).

Penulis: Presiden Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua (PGBWP).

Ita Wakhu Purom, Kamis, 27 Februari 2020

politik

RIFAI DARUS DAN TIKUS – TIKUS BIROKRASI TELAH MENIKAM GUBERNUR LUKAS ENEMBE DARI BELAKANG

By Marinus Yaung
Dosen UNCEN

Kepada Yth :
Bapak Lukas Enembe, Gubernur Provinsi Papua
Di Jayapura, Papua.

Shalom dan salam kesembuhan ilahi bagi Bapak Gubernur. Saya sudah berdoa kepada Tuhan Yesus dua minggu yang lalu, sehingga saya percaya Bapak Gubernur sudah melewati masa kritis dan akan pulih kesehatannya.

Ijinkan saya menulis surat terbuka ini untuk memberikan masukan konstruktif terhadap Bapak Gubernur. Karena Bapak Gubernur Enembe memiliki hati yang tulus mensejahterahkan rakyat Papua. Tetapi iblis dan pengikutnya tidak senang kalau Bapak Gubernur berhasil dalam kepemimpinannya.

Karena itu iblis dengan liciknya beroperasi disekitar kekuasaan Bapak Gubernur Enembe. Dalam politik dan kekuasaan pemerintahan, ada ideologi yang masih hidup bahwa musuh paling berbahaya adalah orang – orang terdekat. Merekalah yang memiliki potensi besar menikam dan membunuh karir politik kita.

Orang – orang seperti Rifai Darus dan kelompoknya, yang saya sebut tikus – tikus birokrasi, adalah musuh paling berbahaya dan beresiko disekitar kepemimpinan Bapak Gubernur Enembe. Mereka tidak sayang Bapak Gubernur dan rakyat Papua. Misi mereka merampok uang otsus Papua sebanyak mungkin. Sehingga pembangunan di Papua gagal. Rakyat Papua akan terus salahkan Bapak Gubernur Enembe dan Presiden Jokowi.

Betapa jahatnya dan iblisnya, Rifai Darus dan tikus – tikus birokrasi koloninya. Mereka makan enak sambil pesta pora, Gubernur Enembe dan Presiden Jokowi yang harus cuci piring makan mereka. Benar – benar iblis.

Mereka adalah salah satu sumber kegagalan pembangunan di Papua. Sumber Uang otsus Papua dan fasilitas privasinya adalah tujuan utama mereka ” menjilat ” disekitar kekuasaan Gubernur Enembe.

Demi kepentingan mereka merampok uang otsus Papua. Rakyat Papua mau mati karena karena buruknya infrastruktur kesehatan, mereka tidak peduli. Mereka akan menyingkirkan pejabat – pejabat berkompeten yang menghalagi niat jahat mereka merampok uang otsus, dari kursi jabatannya.

Kedok dan modus kejahatan mereka terbongkar atau terkuak saat ini. Melalui juru bicara Gubernur Papua, Rifai Darus, seorang politisi dan bukan ASN Pemda Papua, muncul pernyataan manipulatif dan pembohongan publik. Rifai Darus seperti seorang ” gubernur kecil ” yang memimpin para tikus – tikus birokrasi.

Pernyataan Rifai Darus tentang pencopotan pejabat eselon II di Pemprov Papua, itu ibarat MALING TERIAK MALING. Pencuri atau para perampok yang ingin mencuri uang di bank, tetapi terhalang banyak orang termasuk security bank, mereka membuat kegaduhan lain, sehingga teralihkan perhatian semua orang di bank kepada kegaduhan tersebut.

Kegaduhan dibuat di luar bank, sehingga mereka bisa dengan leluasa melakukan niat jahat mereka di dalam bank. Ilustri ini menggambarkan bagaimana elit partai politik dan pejabat bermental korup bekerja di sekitar kekuasaan Gubernur Enembe. Tujuan utama mereka, merampok uang milik rakyat Papua. Uang rakyat mereka rampok untuk menghidupi dirinya, keluarganya dan partai politiknya.

Sehingga kehadiran mereka merupakan ancaman serius terhadap keberhasilan pembangunan di Papua. Selama para perampok ini bebas berkeliaran di sekitar kekuasaan Bapak Gubernur Enembe, rakyat Papua akan tetap menderita. Rakyat Papua akan tetap jadi korban pembangunan dan modernisasi. Karena itu, tikus – tikus birokrasi seperti Rifai Darus dan gang perampoknya, sudah harus dievaluasi keberadaan mereka di sekitar Bapak Gubernur Enembe.

Karena sekali lagi kalau tikus – tikus birokrasi seperti Rifai Darus dan koloninya, dibiarkan bebas berkeliaraan di sekitar kekuasaan Gubernur Lukas Enembe, maka pejabat eselon yang berkompeten dan berintegritas, akan disingkirkan mereka. Karena bagi Rifai Darus dan tikus – tikus birokrasi koloninya, pejabat berkompeten dan berintegritas seperti Aloysius Giay dan Christian Sohilait, adalah ancaman bagi misi mereka merampok uang rakyat.

Melalui mulut politisi Rifai Darus, keluarlah pernyataan korupsi dana kesehatan dan pendidikan, adalah alasan Gubernur Lukas Enembe mencopot Aloysius Giay dari Direktur RSUD Dok 2 Jayapura dan Christian Sohilait, dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan.

Rifai Darus ini orang hukum dan juga mantan aktivis anti korupsi. Kenapa bisa jadi bodoh ya. Tetapi memang, orang kalau hatinya jahat, logikanya mati. Orang kalau hatinya penuh kejahatan, kepintaranya akan digunakan untuk mencuri uang rakyat.

Dia bodoh karena pertama, pernyataan atau komentar mengenai evaluasi kinerja ASN Pemda Prov. Papua adalah tugas pejabat sekertaris daerah. Apalagi untuk jabatan eselon II. Kedua, pernyataan ke publik yang masih sebatas asumsi, tentang dugaan tindak pidana seseorang, sebelum ada putusan hukum dari pihak berwenang, itu bisa dikatagorikan pencemaran nama baik. Selama seseorang belum ada putusan pengadilan untuk tindak pidana yang diduga dilakukannya, asas hukum praduga tak bersalah harus dihormati dan dimuliakan.

Kalau sampai Rifai Darus dan tikus- tikus birokrasi koloninya, mengeluarkan pernyataan karena korupsi, Gubernur Enembe mencopot Aloysius Giay dan Christian Sohilait, maka ini pernyatasn politis. Pernyataan dari mulut seorang politisi yang kepentingannya dan gang perampoknya dirugikan selama ini oleh kedua pejabat eselon dua ini.

Bapak Gubernur Enembe yang saya hormati. Menurut hemat saya, keputusan mencopot Aloysius Giay dan Christian Sohilait dari jabatan mereka berdua, adalah keliru. Bapak Gubernur harus meninjauh kembali keputusan tersebut. Untuk saat ini, hasil kinerja mereka cukup berhasil. Mereka berdua sejauh ini sangat berkompeten dan berintegritas di posisi jabatan mereka.

Keputusan Bapak Gubernur mencopot mereka berdua, bisa menjadi bumerang politik terhadap platform politik Bapak Gubernur Enembe ke depan. Rifai Darus dan tikus – tikus birokrasi koloninya, sebenarnya sedang menikam Bapak Gubernur dari belakang dengan keputusan ini. Mereka sedang mencelakan Bapak Gubernur Enembe.

Karena itu, saya berharap Bapak Gubernur meninjauh kembali keputusannya. Dan mengevaluasi Rifai Darus dan tikus – tikus birokrasi koloninya yang berkeliaran bebas di sekitar kekuasaan Gubernur. Terimakasih.

science

How Papuan Made the Fire, Imitated Of eagle

Free phone library

When I was a little boy, My grandmother story to me the history about, made the Fire.

Circa 1891, A ancestors of Papuan observed natural phenomena to the eagle.

When eagle was flying, sometimes the Eagle stop just a moment, and making an action.
by my language is called “Yige”

What The Meaning of Yige ?

Yige is a making an action and producting the flash of light ( Sparks)

grandmother Say, They analyst and Imitated an action of bird eagle, and They results the Fire.

Tools and Materials They Need

Energy of a Man
Temperature
Oxygen
clamp of wood
dry grass
Rattan rope

How to they done

They Put the rattan ripe as main thing at under and dry grass between clamp Of wood, after that a man attracting
Rattan rope using energy of a man going to product the flash of light ( Sparks) and than, give air by blowing until the Fire burn

the reson writer explain this side because ,”They has been applicating that thing but, They still don’t know science”

Chemical Composition of Fire

Fire is the result of a chemical reaction called combustion. At a certain point in the combustion reaction, called the ignition point, flames are produced. Flames is beside the liquid state,gass state, and solid state. It’s consist primarily of carbon dioxide, water vapor, oxygen, and nitrogen.

State of Matter of Fire

In a candle flame or small fire, most of the matter in a flame consists of hot gases. A very hot fire releases enough energy to ionize the gaseous atoms, forming the state of matter called plasma. Examples of flames that contain plasma include those produced by plasma torches and the thermite reaction.

Why Fire Is Hot

Fire emits heat and light because the chemical reaction that produces flames is exothermic. In other words, combustion releases more energy than is needed to ignite or sustain it. In order for combustion to occur and flames to form, three things must be present: fuel, oxygen, and energy (usually in the form of heat). Once energy starts the reaction, it continues so long as fuel and oxygen are present.

Reference

On Fire, Adobe Flash-based science tutorial from the NOVA television series.

Anne Marie Helmenstine, Ph.D.
Diperbarui 10 September 2018. diambil pada 18/Agus 2021. Dari: https://www.thoughtco.com/what-is-fire-made-of-607313

politik

SETELAH PENGESAHAN UNDANG-UNDANG OTSUS JILID II, SITUASI DI PAPUA BUKAN SEMAKIN BAIK MALAHAN SEBALIKNYA.

Undang-undang Otsus jilid II bukan jaminan atau solusi, untuk mengakhiri kekerasan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Orang Asli Papua

Undang-undang Otsus jilid II bukan jaminan atau keselamatan atau solusi untuk memberikan rasa aman dan menghentikan Konflik atau Politik isu Papua merdeka yang sudah kebal itu. Tetapi setelah otaus disahkan malahan situasi di Papua, semakin mencekam dan jadi ancaman bagi Orang Asli Papua.

Anda sedang melihat di depan mata anda, sedang terjadi penangkapan-penangkapan disertai dengan kekerasan fisik serta penembakan yang dilakukan aparat terhadap beberapa warga masyarakat sipil Orang Asli Papua.

Semua pihak telah mengetahui bahwa dinamika politik Isu Papua merdeka Cukup kental dan sulit dibendung, termasuk dukungan oleh beberapa Negara dan LSM Internasional yang mana meminta kesediaan kepada Presiden Republik Indonesia, untuk mengijinkan Komisi Hak Asasi Manusia masuk ke Papua. Dengan harapan mereka supaya ada pemantauan langsung oleh Komisi Ham PBB tentang dugaan Pelanggaran Ham di Papua Barat.

Namun pemerintah Pusat tidak mendahulukan sorotan Dunia tentang Penegakan Hak Asasi Manusia di Papua, pemerintah Pusat selalu meyudutkan sorotan Dunia, tetapi justru memaksakan diri menetapkan Undang-undang Otonomi Khusus jilid II tanpa ada kesepakatan dengan masyarakat Papua.

Itu sebabnya saya selalu mengatakan kepada beberapa anggota intelijen, bahwa Pengesahan Undang-undang Otsus jilid II adalah unsur pemaksaan oleh Negara terhadap Rayat Papua, untuk menerima keinginan Pemerintah Pusat.

Menurut pandangan dan pikiran Pemerintah Pusat pengesahan Undang-undang Otonomi Khusus Jilid II bagi Papua dan Papua barat, akan memberikan jaminan keselamatan dan meredakan isu Papua merdeka yang cukup kental bagi orang asli Papua itu, dan akan memberikan perlindungan rasa aman serta memberikan kebebasan bagi orang Asli Papua untuk hidup dengan bebas.

Sekalipun pemerintah pusat telah melakukan pengesahan UU Otsus Jilid II secara sepihak namun situasi di tanah Papua bukan membaik malahan sebaliknya, justru terjadi pembunuhan, penyiksaan, penghinaan, serta penangkapan di mana-mana terhadap Orang Asli Papua.

Ada beberapa adik-adik intelijen sempat tanya saya begini, kak bagimana menurut kak kalau sudah ada pengesahan Otsus Jilid II dan rencana pemerintah Pusat akan melakukan pemakaran Provinsi dan Kabupaten ?

Saya sampaikan waktu itu bahwa, situasi di Papua tidak pernah akan aman, korban akan terus berjatuhan, penangkapan akan terus terjadi, apa lagi situasi politik di Papua sulit dibendung dengan cara dan model apapun. Apa lagi kita belum rekrut dan mengajak adik-adik OPM untuk melakukan Dialog. Apa lagi mereka masih bereksis melawan kekuasaan, dengan harapan merebut kemerdekaan. Sehingga akan mempersulit untuk kita mengungkapkan Papua akan aman. Memang kak itu benar juga kak kata mereka.

Tetapi lepas dari itu, pengesahan undang-undang Otsus jilid II bukan jaminan, tetapi kekerasan akan terus bertambah, karena Pengesahan UU yang dimaksud, hanya dilakukan sepihak tanpa di Evaluasi melibatkan masyarakat Orang Asli Papua sebagai penguna manfaat.

Dugaan saya papua tidak aman itu terjadi penolakan otsus dimana-mana akhirnya terjadi penangkapan, penembakan dan penganiayaan, setelah pengesahan UU otsus jilid II terjadi beberapa kasus antara lain.

  1. Pebembakan terhadap seorang laki-laki di Wamena, yang dilakukan oleh anggota BIN di pasar Baru Kabupaten Jayawijaya. Dan kemudian membayar kepada keluarga kornban uang Rp. 350.000.000.00 Tiga Ratus Lima Puluh Juta
  2. Penganiayaan terhadap Steven di Merauke yang dilakukan oleh TNI AU pada 27 Juli 2021.
  3. Terjadi penghalangan terhadap Mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi penolakan terhadap pengesahan Otsus Jilid II di Jayapura, depan autirium uncen.
  4. Penembakan terhadap seseorang warga sipil di Distrik Nimboran Kabupaten Jayapura. Pada tanggal 2 Agustus 2021, yang berujung warga membakar polsek.

5.Penangkapan.
Solidaritas Mahasiswa Papua, yang mendesak Agar Segera Bebaskan Tuan Vitor F Yeimo.
Jayapura 10 Agustus 2021, karena tidak diperlakukan manusiawi.

Beberapa kasus yang saya dapat jelaskan di atas ini, menjadi catatan kita bersama, bahwa sekalipun di Papua, telah memberikan kewenangan melalui Otonomi Khusus jilid II, tetapi kekerasan akan terus bertambah.

Itu sebabnya saya memberi judul dalam tulisan saya ini bahwa ” SETELAH PENGESAHAN UNDANG-UNDANG OTSUS JILID II, SITUASI DI PAPUA BUKAN SEMAKIN BAIK MALAHAN SEBALIKNYA.

Karena sudah dipaksakan, terpaksa kita mengikuti perkembangan dan dinamika yang akan terjadi. Oleh karena itu sulit untuk dilakukan penolakan terhadap pengesahan Otsus yang dimaksud.

Wamena, 12-08-2021

Direktur Eksekutif

Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua ( Pembela Ham Sedunia )

Theo Hesegem
Telp.081344553374

science

Buah Pinang Mencegah Korona C-19

Sa tingal di negeri yang hanya ada dua musim ini, sa rumah tu diapit oleh gedung TK mutiara insani dan Tempat tingal tetangga yang pekerja keras itu.

didepan sa rumah sa tanam bunga yang selalu sa siram siram setiap pagi. itulah yang memberi udara segar O2 dan sejuk sekali kolo berjalan di antara tanaman yang sempit itu.

sesering kali sa sempatkan waktu untuk kunjungi pohon yang tinggi dekat dengan mesjid besar yang sudah jadi alaram  Bagun dari tidur.

Sa selalu minta ijin untuk ambil setumpuk buah sombong itu kepada pemilik Nya.

hampir hampir sa ditampar dengan sebuah pertanyaan?  dari orang banyak tentang hal yang sama. sa tanya-tanya?? jangan -jangan ini penting.

Yang mereka Tanya?
Kenapa makan buah keras itu?
kenapa menjadi merah?
apa manfaatnya?

sa hanya diam dan senjum bukan karena belum bisa jelaskan tapi waktu tidak cukup untuk memberikan penyelasan yang menarik tentang nya.  maka itu Anda beruntung sudah kujungi penyelasan yang Anda baca sekarang.

Buah keras itu adalah pinang atau zaman saat ini sebutnya buah sombong. Saat kunya warna jadi merah karena adanya kapur mengandung Kalsium oksida (CaO) terurai dengan kandungan air yang ada pada buah pinang dan sirih (H2O. dan mulut kita berperan sebagai alat atau tempat untuk Zat A & B bereaksi.

Reaksi: Pinang + Kapur —-> produk

Kalium oksida + air ——> kalium hidroksida.

Reaksi : CaO+ H2O ——-> Ca(OH)2 

Secara science, “Adanya” warna merah saat kunya pinang menunjukkan kalium hidroksida (Ca(OH)2.

Perubahan ini disebut perubahan kimia, Perubahan kimia adalah suatu reaksi yang tidak dapat dikembalikan ke fase sebelum bereaksi (reagen) dan menghasilkan zat Baru. Seperti yang terjadi pada reaksi: CaO+ H2O ——-> Ca(OH)2

Selain itu   fenomena ini termasuk kategori Endotermis yang mana energy entalpi/panas melepas dari sistem ke lingkungan,  Pada konteks ini misalkan Anda berada di Gunung Trikora Jayawijaya dengan kondisi suhu dingin atau kurang dari suhu normal atau ruangan 25°c.

Dan Anda perlu naikan suhu tubuh, kemudian ada persediaan api dan pinang , Saat anda menyerap suhu panas dari nyala api dibagian tubuh yang berhadapan dengan-Nya, akan terasa hangat tapi, disisi tubuh yang membelakanggi api Masi tetap terasa dingin.

Sedangkan ketika Anda menainkan suhu tubuh dengan “Kunya” buah Pinang dengan segerah akan meningkatkan suhu tubuh anda Karena energy panas Dari sistem menyebar ke lingkungan atau seluruh tubuh dengan stabil.

Manfaat

Menjaga kesehatan dan kebersihan mulut,Menurunkan tekanan darah Mencegah dan mengatasi anemia,Melancarkan pencernaan,Menambah energi, Meningkatkan Suhu Panas.

Reference:

Aldi Yonata, Melalui Kompasiana, “Reaksi Exsotermis dan Endotermis”diperbaruhi 22 Mei 2017 10:01. Dr.Kelvin Adrian, melalui ALODOKTER.COM, 8 November 2020; 5 Manfaat buah Pinang untuk kesehatan Yang jarang diketahui. Kimia Surakiti, Prof. Yohanes Surya

Renungan

“Ku rasahkan buah KEBENARAN”

Mendidik Ku Dengan Tindakan

Edisi 3 Agustus 2021,08:10 Pm wib  JL. perum medang lestari RT 11 RW 013 Tangerang Jawa bararat.
Description true words

Dalam kondisi Serbah online, saya perlu akses internet dan pergi ke balai mbambu RT 11 Karena di tempat tingal Ku jaringan lawRespon.

Setelah tibah saya beranikan diri untuk minta tolong kode wife kepada sekuriti namanya Saya debut Abang Tinuse.

Kemudian abang Tinuse Bilang Bapa Yusuf karena ia belum tahu password wifi . Bapa Yusuf datang mendekati Ku dengan penuh Tulus kelihatanya,  sambil ia masukan password wifi, kita berkomunikasih seperti sudah kenal lama,  setelah ia ke rumah ia memberiku sebuah masker berwarna hitam serta dua bua sukro tamba dengan password tadi. humm senang sekali rasanya.

Sebuah Pelajaran hidup Yang saya petik, Bapa Yusuf tidak tegur saya kenapa tidak pake masker Tapi ia memberiku masker, Hal ini baginya mungkin biasa saja Tapi saya merasa luar biasa.

Setelah saya renungkan lagi, lagi dan lagi,
misalkan Bapa Yusuf Tanya kenapa tidak pake masker ?
Paling saya jawab Lupa pake ( padahal memang belum punya, saya baru sadar Ternyata  za tra jujur dengan diriku ha..ha..munkin Za pake perasaan)

Akhirnya saya senang sekali dan dalam hatiku memuji TUHAN yang ada pada Bapa Yusuf.
saya rasahkan buah atau benih KEBENARAN yang ada pada-Nya.

Organisasi

Prinsip-Prinsip Dasar Orang  Asli Lani  (OAL) Kini Semakin Hilang

Berorganisasi

Penulis: Alex and Evis

Editor: Komisi pendidikan BPH HIPMA-Lani Se-Jawa dan bali

Pada Tangal 01/Juni/2021, 09:41 Am wib,kami selaku komisi pendidikan BPH HIPMA-Lani Se-Jawa dan bali  telah mengeluarkan Thema:  ” “Temukan Prinsip Prinsip Dasar Orang Asli Lani” dalam rangka memperingati Hari Pancasila 1 juni 2021.

Dengan melihat dan terhitung tangal keluarnya Tema dari 1 juni – 22 Juni 2021,atau 3 minggu satu Hari belum ada yang disku atau menulis, dengan demikian Maka Saudara Alexsander Yigibalom yang selanjutnya sebagai penulis yang kami perjelas dan perkuat disini.

Ia memulai menulis dengan menggucapkan Salam hangat kepada seluruh anggota HIPMA-Lani Se-Jawa dan bali, (Hal itu Ciri Chas-Nya.)

Kemudian wujud dari  Ia Menghargai angenda diskusi itu dengan Tuangkan pikiran-Nya Sesuai tema, walapun Ia tingal di  pulau borneo kalimantan tengah palangka raya, sekaligus “pengamat group tercinta (HIPMA-Lani) Se-Jawa dan bali,  Kata Alex.

Selanjutnya kami rangkum sebagi pandangan anak Mudah yang nantinya menginspirasi generasi Orang Asli Lani (OAL) di kemudian hari.

Penulis adalah orang  papua suku dani berbahasa lani yang menghuni di kabupaten lanny jaya diatas berbukit-bukit, jurang-jurang , gunung tinggi sampai 2.500 meter di atas permukaan laut.

Dulu di era 2000  tahun yang lalu belum ada pendidikan  dan sentuhan otoriter negara, masyarakat  Lani hidup  bergantung pada alam, makan dan minum  dari alam itu  sendiri sehingga nilai-nilai hidup seperti: kebersamaan,  gotong royong itu  selalu  ada dalam kehidupan orang Lani

Contoh kebersamaan terlihat dari  bersikan lahan perkebunan,  berkebun bersama, hasilnya mengolah dengan cara Bakar batu yang melibatkan banyak orang, dan menikmatinya dengan tingal lebih dari 3-5 orang dalam satu Honai. penulis mau sampaikan bahwa tanpa negara pun masyarakat Lani  bisah hidup  harmonis dalam kekeluargaan bahkan tanpa  ada pendidikan pun masyrakat Lani punya akal sehat yang Tuhan berikan kepada mereka agar bisah membuat segalah sesuatu dengan kereaktifitas tinggi.  Tegas Alex

…Tetapi karena sudah  terlanjur sentuhan otoriter negara kepada orang Lani  sehingga
ada sistem pendindidikan yang membawa berbagai macam metode yang memaksakan orang Lani untuk hidup  bergaya orang lain/suku lain sehingga membuat nilai-nilai kekeluargaan orang lani itu  semakin hilang. ada 3 contohnya seperti ini,

1.  Dulunya orang Lani bergotong royong memberisihkan lahan untuk menanam ubi-ubian dan sayur-sayuran dan menikmati  bersama. tetapi Sekarang  orang lani berbodong-bodong pergi ke desa untuk meneriman beras miskin karena dengan dalil beras sangat bagus buat organ tubuh dan pantas di konsumsikan oleh masyarakat karena mengandung vitamin sehingga dalam tahapan pembagian beras mulailah memili-mili, anda dari  desa ini dan desa itu, sampai ada pertengkaran hanya karena beras.

Sayang seribu sayang karena orang lani tidak menyadari bahwa kehadiran beras di tengah-tengah orang lani hanya untuk menghilangkan makanan kas dan memecah bela orang Laniani, karena beras adalah makanan orang jawa dan ubi adalah makanan orang Lani.

2. Dulunya dalam satu rumah Honai, dihuni oleh 5 kepala keluarga  dan hidup harmonis, tetapi sekarang orang Lani berbodong-bodong  membuat rumah sen atau biasa di sebut rumah sehat. satu kepala keluarga membuat satu rumah karena dengan dalil  satu kepala keluarga harus memiliki rumah tersendiri agar tidak terganggu oleh siapa pun dan rumah sen pun tidak  terganggu oleh asap karena asap itu  sangat mengganggu kesehatan seperti mata buram dan sesak napas akibat asap sehingga semua harus memiliki  rumah sen tetapi sayang seribu  sayang, karena orang lani tidak menyadari  bahwa kehadiran rumah sen hanya memecah belah kita orang Lani,  dan menghilangkan rumah honai yang merupakan rumah kas orang Lani.

3. Dulunya orang Lani junjung tinggi kekeluargaan dan kebersamaan bahkan tidak pernah sekali pun  memikirkan dirinya sendiri untuk harus kaya raya tetapi orang lani  biasanya berfikir bagaimana supaya ia  bisah hidup dan mengedepankan salin membantu satu  dengan yang lain tetapi  dengan kehadiran  negara di tengah-tengah orang lani dengan dalil kalian harus menjabat sebagai Kepala Desa,  Camat, DPRD, Bubati  dll agar kalian bisah hidup enak, banyak uang dan lain-lain, sehingga orang lani berlomba lomba saling menjatuhkan, saling membunuh  hanya karena jabatan agar ia bisah kaya raya sehingga tidak pedulu dengan sesama manusia lani yang  sedang  menderita mati  kelaparan sehingga penulis mau sampaikan bahwa sosial orang lani yang memiliki kasih sayang yang tinggi itu sudah hilang, yang ada hanya ketidak pedulian,Palangka Raya 22 Juni 2021.

Power point contoh paragraph satu sampe tiga

Dimanjakan,dimiskinkan,dibodohi,dipetah-petahkan, dimaterialisis,Kehangatan dan keharmonisan dalam Rumah Tradisional dihancukan Oleh pembangunan Rumah sehat katanya tapi tidak pernah menyatuh dengan kehidupan orang Lani.

Menurut E. Yonda “Pancasila bukan sekadar dihafalkan melainkan juga diamalkan. Semangat berketuhanan, berkemanusiaan, persatuan, bermusyawarah dan berkeadilan harus tercermin dalam setiap kehidupan”

Di Kurikulum Pendidikan Nasional  Matpel yang membungkus 5 silah adalah Pendidikan Kewargaan Negara (PKN). Pemerintah pusat juga melakukan upaya upaya untuk menanamkan nilai nilai  nasionalisme dengan organisasi masyarakat (Ormas)  mengadakan pelatihan dan diskusi misalnya dengan judul  diskusi kebangsaan atau dll.(Gusdurian)

Semua upaya sistematis dan didanai ini bisa dikatakan belum berhasil apa bila PANCASILA hanya sekedar dihafalkan.   Dengan melihat perilaku  anak anak bangsa atau Tanah air  yang koruptor tumbuh subur di mana mana, makin materialistis, yang kaya tertawa yang miskin menderita diatas tanah air sendiri. anak mudah tauran hampir semua kota di negeri yang hanya ada dua musim ini yaitu Indonesia (analisis penulis). Medang lestari 01 Juni 2021.

Sumber Articles Serupa

https://kabarmapegaa.com/Artikel/Baca/antropologis_dan_sosiologis_saya_orang_lani_bukan_orang_indonesia

https://www.gurupendidikan.co.id/suku-lani

https://educativeyonda.blogspot.com/2021/03/oap-sebelum-dan-sesudah-indonesia.html

https://www.amazon.com/dp/B0007AW6B4/ref=cm_sw_r_wa_awdb_imm_5Y1Y5GZBKE9PJ0RNB46R

Renungan

S I M B O L  K O M U I T A S

Warna kehidupan

Setiap komunitas memiliki Tujuan yang diarahkan kepada sasaran sebagai akhir dan selalu disertai evaluasi untuk memperkuat dan mendorong maju. Maju berbicara tentang peningkatan atau keberhasilan angenda komunitas.

Setiap orang yang terlibat tidak boleh karena dipaksa, disogok, diminta untuk kepentingan tertentu karena itu akan menghanjurkan komunitas dan cara pikir yang dangkal dan keliru dalam berkomunitas. Komunitas yang dimaksud sesungguhnya adalah setiap orang yang terlibat didalamnya. Barang kali komunitas tersebut memiliki atribut seperti bendera, logo,chap dll. sehingga mereka yang menghidupkan komunitas adalah bagian dari  Roh komunitas itu atau semangat dari komunitas itu. karena simbol-simbol atau atribut
yang digunakan itu maknanya Hidup di pikiran manusia, Mengalir dalam darah maka sampai kapanpun akan hidup selalu walaupun simbol-simbol itu: dicuri, dipermainkan, dijual, bahkan dihancurkan, Tapi akan selalu mengalami regenerasi melalui orang orang yang masih hidup dan memikirkan hal hal itu.

Yonda:Ilago 20/01/21

Renungan

HIDUP DI KOMUNITAS

Hidup di komunitas, Mereka mencuri hatiku, dengan warna hidup mereka. Mereka membuat ku jatuh hati, semuanya berubah, aku melihat mereka ada sesuatu didalam kehidupan mereka,
Mereka hidup di dunia Tapi tidak bertindak seperti kebanyakan orang di dunia ini.  mereka berbeda, ada yang menggerakkan kehidupan mereka, ada yang memimpin orang orang itu, Yaitu Yesus Kristus. ( “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”Yohanes 8:12). Karena  (Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.Matius 5:14). Itulah yang membuat mereka berbeda dari dunia ini walaupun tetap hidup di dunia ini.

Aku melihat terang itu bersinar dari kehidupan mereka, mereka adalah Tubuh Kristus yang bertumbuh dan berkembang di komunitas papustic Wamena. aku lupa keluarga lahiriah ku  karena ku temukan keluarga ku didalam kristus. kami punya DNA lahiriah Tapi juga  DNA Kristus didalam kehidupan kami. Kami merasa hidup jika berada di komunitas, kami melakukan apa yang kami: pikirkan, merasakan, dengan tidak ada tekanan, intimidasi,rasis,baku tipu, saling merendahkan, menghina, dll. Kami melakukan apapun yang kami mau dengan bebas (free). seperti apa yang Tuhan katakan tentang kami bukan kata orang tentang kami.Kami pegang kata firman Tuhan, kami berani melakukan apapun yang Tuhan mau kami kerjakan seperti untuk tuhan dan bukan untuk manusia. Kami kuat  karena kami bersatu, kami kuat karena kami kompak (unity is power). indah dipandang karena ada warna hidup kami, warna berbicara tentang latar belakang dan kebiasaan kami yang berbeda dan unik tidak lepas dari itu baik atau buruk. Tapi kami melangkah dan tahu buruk adalah lebih buruk dari kemarin dan baik adalah lebih baik dari kemarin.ini cara pandang kami terhadap perjalanan kami di bumi yang singkat ini,sebab kami hanya numpang sebentara di planet ini.makanya kami melakukan segala sesuatu yang Tuhan rindu kami kerjakan, dengan segenap hati sebab tindakan kami merupakan penyembahan kami terhadap pemilik hidup kami.

Bergabunglah di komunitas yang tepat dan membuat mu, menemukan arti kehidupan anda, tujuan kehidupan anda, dan mendorong mu bertumbuh dan berakar hingga menghasilkan buah iman.

daily Yonda

Renungan

Komunitas Baru(New:MC)

Manusia baru

       Komunitas Baru berbicara tentang Orang Orang Baru DidalamNya. Karena Kristus telah mati untuk manusia lama kita dan telah memberikan manusia baru ( Kolose 3: 9-10) Tuhan rindu kita menanggalkan “Kebiasaan lama” dan menerima kebiasaan baru (Efesus 4: 22-24). karena memang pembentukan kebiasaan lama atau baru itu disertai dengan harga waktu

Lalu kenapa kita perlu komunitas ?

Karena untuk itulah kamu DIPANGGIL menjadi satu tubuh (tubuh Kristus)kolose 3: 15b. tubuh terdiri dari beberapa komponen yang saling membutuhkan, demikian pula manusia saling membutuhkan satu dengan yang lain.
      Kita tidak dapat merubah akikat manusia sebagai mahluk yang unik dan bermartabat Tapi kita mampu change kebiasaan kita dengan memiliki hati yang rela dibentuk oleh siapapun, kapanpun, di manapun yang Tuhan mau itu terjadi.  Kita tidak membangun kebiasaan” baru dengan seorang diri, kita  dapat membangun kebiasaan baru dalam Komunitas. disana ada yang bersedia untuk mendengarkan kita bersuara, Merasakan apa yang kita alami, melihat kita bertumbuh, mendorong kita maju, menghargai apa yang kita buat, menopang kita dari potensi jatuh dan menjadi keluarga yang sesungguhnya dalam tubuh Kristus

Pikiran baru
Galatia 2:20 (TB)  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

daily Yonda

politik

SIAPA SESUNGGUHNYA BERWATAK TERORIS, RASIS DAN FASIS  DI TANAH PAPUA?

Baca artikel ini untuk mengerti siapa teroris di TANAH Papua.

SIAPA SESUNGGUHNYA BERWATAK TERORIS, RASIS DAN FASIS  DI TANAH PAPUA?

Sejak 1965, Organisasi Papua Merdeka (OPM) berjuang untuk tujuan azas dan ideologi politik demi keadilan, perdamaian, martabat kemanusiaan dan masa depan bangsa Papua di West Papua lebih baik dan bermartabat.

OPM tidak pernah dan belum pernah membakar gedung sekolah di kampung-kampung dan belum pernah mengusir dan menembak guru-guru yang mengabdi di seluruh pelosok TANAH Papua di West Papua dari Sorong-Merauke. Karena para pejuang yang berdiri dalam OPM tahu, sadar, mengerti bahwa OPM berjuang untuk Papua Merdeka.

Pada 1965-1970-an, pejuang OPM ada di Swedia, di Senegal, di Belanda, di Australia, di Vanuatu dan di PNG. Keberadaan OPM ini diakui oleh komunitas internasional bahwa perjuangan rakyat dan bangsa West Papua melalui wadah OPM adalah murni misi politik untuk West Papua Merdeka.

Dalam sejarah perjalanan panjang OPM, tidak pernah dan belum pernah membakar gedung-gedung sekolah, gedung-gedung rumah sakit, gedung-gedung ibadah, dan juga tidak pernah menembak mati para guru, tenaga kesehatan, para pendeta dan gembala dan juga rakyat sipil. Karena OPM memperjuangkan misi suci dan mulia, yaitu misi kemanusiaan, kesetaraan dan hak politik untuk berdaulat sebagai bangsa merdeka.

Ada fenomena baru yang dianggap asing dan sangat aneh yang terjadi sekitar tahun 2001 sampai tahun 2021, setelah United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) memenangkan diplomasi di forum MSG, PIF, ACP dan di forum-forum internasional.

Perjuangan dan pergerakan ULMWP membuat Indonesia sepertinya panik dan kehilangan sahabat di Negara-Negara MSG, PIF, ACP, komunitas internasional, terutama grassroot community (masyarakat akar rumput). Indonesia dijauhi sebagai negara yang berwatak teroris, rasis dan fasis dan pelaku kejahatan kemanusiaan.

ULMWP telah memenangkan dan meyakinkan media-media asing bahwa pergerakan dan perjuangan rakyat dan bangsa Papua di West Papua ialah perjuangan kemanusiaan, keadilan, perdamaian, kesamaan derajat dalam hak politik untuk mengakhiri kekerasan dan kekejaman dan kebrutalan Indonesia yang berwatak teroris, rasis dan fasis di Papua. ULMWP berjuang dengan cara-cara bermartabat untuk mengakhiri tragedi kemanusiaan terlama dan terpenjang dalam sejarah konflik di Asia.

Rakyat dan bangsa Papua di West Papua, komunitas internasional dari kawasan Negara-negara Melanesia, Negara-Negara Pasifik, Negara-Negara Karabia dan Afrika mengerti dan tahu bahwa yang menewaskan para pendeta di Papua itu tindakan dari bangsa teroris, rasis dan fasis.

Contohnya:  TNI BERWATAK TERORIS DAN KRIMINAL, RASIS DAN FASIS  MENEMBAK MATI 3 PENDETA DI PAPUA yang tidak menjadi rahasia umum.

1. Pendeta Elisa Tabuni  tewas ditembak TNI pada 16 Agustus 2004 di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

2. Pendeta Geyimin Nigiri tewas ditembak TNI pada 19 Desember 2018 di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga.

3. Pendeta Yeremia Zanambami tewas ditembak TNI pada 19 September 2019 di Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya.

(Sumber dari Buku:  Jejak Kekerasan Negara Dan Militerisme di Tanah Papua: Yoman: 2021:hal. 138)

Negara yang menembak mati Arnold Clemens Ap itu perilaku teroris. Negara yang menewaskan Theodorus Hiyo Eluay dan menculik dan menghilangkan Aristoteles Masoka, sopir Theys Eluay pada 10 November 2001  itu tindakan teroris.  Yang menewaskan 4 siswa di Paniai pada 8 Desember 2014 itu tindakan para teroris. Yang melakukan operasi militer dan menembak mati rakyat dari kampung halaman mereka di Kabupaten Nduga, Intan Jaya dan Puncak itu tindakan teroris, rasis dan fasis.

Perilaku teroris di Nduga, TNI menewaskan 5 orang sipil pada 20 September 2019 di Gua Gunung Kenbobo, Distrik Inye dan mayat mereka dikuburkan dalam satu kuburan. Nama-nama korban tewas: (1) Yuliana Dorongi (35/Perempuan), (2) Yulince Bugi (25/Perempuan; (3) Masen Kusumburue (26/ Perempuan; (4) Tolop Bugi (13/Perempuan; (5) Hardius Bugi (15/L). (Sumber resmi: Theo Hesegem, Yayasan Keadilan dan Perdamaian Keutuhan Manusia Papua).

Yang paling aneh dan tidak diterima akal sehat kita semua ialah Negara Indonesia memiliki pasukan militer jumlah terbanyak, terlatih, tangguh dan mampu menerobos wilayah-wilayah sulit, tapi  TNI-POLRI bersandiwara untuk menghadapi anggota TPN-PB (OPM) jumlah terbatas, persenjataan terbatas dan kebanyakan anak-anak belum memiliki pendidikan memadai.

Wajarlah, wilayah konflik Aceh sudah didamaikan melalui Perjanjiian Helsinki pada 15 Agustus 2005 dan wilayah konflik di Timor Leste sudah berdaulat sebagai Negara merdeka.

Wilayah West Papua adalah satu-satunya wilayah yang dipelihara sebagai wilayah konflik supaya orang asli Papua dibuat tidak berdaya, diteror, diintimidasi, dibuat miskin, ditembak mati dan dimusnahkan supaya sumber daya alam menjadi milik para penguasa kolonial Indonesia.

Lebih aneh lagi ialah penguasa Indonesia membuat mitos-motos, stigma, dan label kepada orang asli Papua, yaitu GPK, GPL, OPM, separatis, makar, yang terbaru KKB.
Dan sekarang gerakan orang asli Papua dijadikan gerakan teroris.

Dari penjelasan singkat ini, penulis memberikan gambaran siapa sesungguhnya teroris, rasis, fasis dan pelaku pelanggaran berat HAM?

Penguasa Indonesia, TNI-Polri perlu sadar dan bertobat, bahwa sebelum 1 Mei 1963 Indonesia merampok, menduduki dan menjajah bangsa kami, kami tidak mengenal mitos dan stigma: GPK, GPL, OPM, Separatis, Makar, KKB dan Teroris.

Kami orang asli Papua adalah manusia yang bermartabat sebagai gambar dan rupa Allah. Leluhur dan nenek moyang kami hidup merdeka dan berdaulat tanpa mitos-mitos dan stigma-stigma negatif tadi.

Enyalah IBLIS si pembunuh, pencuri, perampok dari TANAH leluhur kami. Kami bisa dan sanggup hidup tanpa bangsa kolonial Indonesia. Karena, leluhur dan nenek moyang kami  pernah hidup, mampu dan sanggup hidup merdeka tanpa bantuan orang-orang asing.

Pastor Frans Lieshout memberikan kesaksian tentang pengalaman hidupnya sebagai berikut:

“Pada tanggal 1 Mei 1963 datanglah orang Indonesia. Mereka menimbulkan kesan segerombolan perampok. Tentara yang telah diutus merupakan kelompok yang cukup mengerikan. Seolah-olah di Jakarta mereka begitu saja dipungut dari pinggir jalan. Mungkin benar-benar demikian.”
( Sumber: Pastor Frans Lieshout OFM: Gembala dan Guru Bagi Papua, 2020, hal. 593).

Seperti Pastor Frans Lieshout, OFM mengakui:

“Saya sendiripun belajar banyak dari manusia Balim yang begitu manusiawi. Saya masih mengingat masyarakat Balim seperti kami alami waktu pertama datang di daerah ini. Kami diterima dengan baik dan ramah, tetapi mereka tidak memerlukan sesuatu dari kami, karena mereka sudah memiliki segala sesuatu yang mereka butuhkan itu. Mereka tidak mengemis.  Mereka nampaknya sehat dan bahagia, …Kami menjadi kagum waktu melihat bagaimana masyarakat Balim hidup dalam harmoni…dan semangat kebersamaan dan persatuan…saling bersalaman dalam acara suka dan duka…” ( Sumber: Kebudayaan Suku Hubula Lembah Balim-Papua, 2019, hal. 85-86).

Pencuri tidak pernah mengaku dia adalah maling. Teroris tidak akan mengaku dia adalah teroris. Penjajah tidak pernah hargai bangsa yang diduduki dan dijajah.

Belanda pernah memitoskan Ir. Sukarno adalah separatis. Pemerintah apartheid di Afrika Selatan menuduh Nelson Mendela adalah Komunis. Marthen Luther King,Jr dimitoskan Komunis oleh orang-orang kulit putih Amerka, Mahatma Gandhi dijuluki penasihat para kuli bangunan oleh penguasa Apartheid. Para pejuang bangsa Papua di West Papua distigma separatis dan KKB oleh kolonial Indonesia. Sekarang penguasa kolonial Indonesia berusaha manipulasi stigma teroris kepada para pejuang keadilan dan perdamaian. Doa dan harapan kita semua orang-orang berbudi luhur supaya kisah Haman dan Mordekhai dalam Kitab Ester berulang kembali di era ini, supaya semua lidah mengaku bahwa orang asli Papua berhak berdiri sebagai bangsa merdeka dan berdaulat di atas TANAH leluhur mereka.

Doa dan harapan penulis, artikel pendek ini menjadi berkat. Waa…Waa…Wa….

Ita Wakhu Purom, 26 April 2021

Penulis:
1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua (PGBWP).
2. Anggota: Dewan Gereja Papua (WPCC).
3. Amggota: Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC).
4. Anggota Baptist World Alliance (BWA)
__________

Renungan

KESOMBONGAN & KERENDAHAN HATI (Bagian 1)

Renungan:

Filipi 2:5-11

Kita masih ingat piala dunia sepak bola pada 2018 dan pada momentum itu Rusia menjadi tuan rumah. Kita masih ingat salah satu pemain inti Tim Nasional Kroasia yang bernama Nikola Kalinic yang meninggalkan teman-temannya sedang berjuang di lapangan hijau melawan tim-tim tangguh lain dari berbagai negara di medan pertempuran demi kehormatan rakyat dan bangsa Kroasia.

Pada laga melawan Tim Nigeria, Kalinic dijadikan pemain cadangan oleh pelatih dan pada sisa waktu sedikit, untuk 5 menit, pelatih Tim Nasional Kroasia, Zlatko Dalic meminta Kalinic untuk menggantikan temannya untuk bermain.  Tapi, Kalinic menolak dan mengatakan:

“Saya datang di sini bukan untuk bermain waktu 5 menit.” 

Pelatih dan kawan-kawan satu Tim-nya menunggu Kalinic meminta maaf atas sikap yang sombong itu. Tapi, karena tidak ada sikap merasa salah dan ia sombong, merasa diri pemain inti dan salah satu pemain pencetak gol terbanyak, maka kata “maaf” tidak datang dari mulut atau dari hatinya.

Pelatih Dalic memecat Kalinic dari Tim Nasional Kroasia. Kalinic pulang ke Kroasia dan ia menjemput  keluarga dan pergi berlibur ke pantai dan membuat foto-fotonya dan dikirim ke teman-teman Tim yang sedang berjuang di demi kehormatan rakyat dan bangsa Kroasia di medan pertempuran di Rusia.

Pemikiran Kalinic tanpa dia, Tim Nasional Kroasia tidak mungkin menang, tim akan kalah dan ditambah dengan mengirim foto-foto santai dengan keluarganya di pantai untuk mematahkan semangat  kekuatan Tim Sepak Bola Nasional Kroasia.

Tanpa pemain inti dan pencetak gol terbanyak, tapi orang sombong ini, Tim Nasional Kroasia berhasil lolos final piala dunia pada 2018 di Rusia. Pada Minggu, 15 Juli 2018 di hadapan jutaan mata di seluruh dunia Kroasia berhadapan dengan Tim Nasional Prancis. Dalam lapangan hijau di Rusia,  kedua Tim terbaik menampilkan permainan-permainan dengan skil-skil terbaik mereka masing-masing ditonton seluruh dunia.

Akhirnya, Tim Nasional Kroasia memenangkan juara kedua setelah kalah dari Tim Nasional Prancis 4-2. Tim Nasional Kroasia disambut meriah sebagai pahlawan dari rakyat dan bangsa Kroasia setelah menduduki posisi kedua atau juara dua.

Kisah orang sombong dan angkuh, Nikola Kalinic mengingatkan kita semua, jangan pernah anggap kita lebih pintar, hebat dan luar biasa dan dengan menyepelekan dan merendahkan sahabat-sahabat yang lain. Karena kesombongan adalah awal dari kehancuran dan sebaliknya kerendahan hati adalah kemenangan sejati.

Ingat!  Diantara kita, jutaan manusia di bumi ada orang-orang hebat, pintar dan luar biasa yang menjadi berkat untuk sesama manusia. Mari, kita lakukan tugas kita dengan taat dan rendah hati, supaya kita memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus dan menjadi berkat untuk keluarga, gereja Tuhan, masyarakat luas, bangsa dan negara.

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, yang mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah MERENDAHKAN diri-Nya dan TAAT sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat MENINGGIKAN Dia dan MENGANUGERAHKAN kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa” ( Filipi 2:5-11).

Pertanyaan: Bagaimana sikap hati saudara dan saya selama ini, sombong atau rendah hati? Silahkan renungkan!

Tuhan Yesus memberkati kita. Waa…Waa…

Ita Wakhu Purom, Selasa, 3 Agustus 2021

Gembala Dr. Socrarez S.Yoman,MA

educative

Siswa Angkatan Peralihan Corona-19

Angkatan adalah Kelompok Yang Mengalami suatu perubahan pada massa tertentu menganut prinsip yang sama mendasari keputusan yang mendasar untuk keberlangsungan hidup.

Sedangkan  peralihan adalah suatu perubahan atau pergantian (Dari keadaan yang satu ke keadaan yang lain). Sehingga dapat didefinisikan bahwa Angkatan Peralihan merupakan  “Orang yang Mengalami perubahan pada ruang tertentu Yang kemungkinan untuk mengambil keputusan berkelanjutan.”

Saya diapit Oleh perasaan senang dan sedih melihat mereka yang memangil ku abang. Mereka adalah Siswa Angkatan Korona, barangkali orang melihat mereka sepertinya baik-baik saja, mereka tetap senyum tapi saya gagal memaknai perasaan mereka yang sesunguhnya dibalik senyumman itu.

Lagi-lagi mereka harus menentukan pendidikan selanjutnya, Keputusan yang diputuskan adalah bagian dari komitmen Pribadi mereka  untuk dinikmati atau diprotes ? Tergantung pada kesiapan sikap dan mental terhadap komitmen mereka.

  Mereka adalah orang yang akan sedang Mengalami dua perubahan kebijakan kurikulum, yaitu: Kurikulum K 13 Revisi 2018 dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Yang masing masing memilikih kode matkul yang berbeda.

Mereka diperhadapkan dengan berbagai faktor Diantaranya; biaya, kesiapan mental, kondisi jaringan, kemampuan mengunakan online, komunikasi, lingkungan Dll.

Belum lagi Mereka harus berinteksi dengan teman baru melalui dunia Maya yang sesunguhnya tidak spontan and tidak emosional

Semua perubahan tatanan kehidupan Manusia ini dibungkus oleh Korona -19.

Hi…. Kamu Angkatan Korona-19, jangan menjadi orang yang suka protes dengan kondisi mu, pandanglah kedepan dan maju jangan mencoba untuk mundur, “sebab masa depanmu sunguh ada” itu janji Tuhan untuk semua orang, termasuk anda. jadikanlah situasi Korona-19 sebagai batu loncatan dan pengasah potensi mu. Sebab Anda mampu mengatasi itu semua denagan Hikmat yang tete manis Kasi.

Anda dilahirkan sebagai Manusia artinya Anda bisa “You Can Do it “

Tujuan Tulisan ini ” Agar saling Baku Dongkrak”

reference:
KBBI
Erni Juliana- detiknews (Rabu 17 Juni 2020, 11,17 wib)

educative

Diperlukan Waktu: Membentuk atau Mengubah Kebiasaan

http://Diperlukan Waktu: Membentuk atau Mengubah Kebiasaan

Visuall time

Untuk segala sesuatu ada masanya, Untuk apapun dibawa langit ada waktunya. pengkhotbah 3:1

“Waktu lebih berharga dari pada uang, saya bisa mendapatkan lebih banyak uang, tetapi saya tidak akan bisa mendapatkan lebih banyak waktu” (Jim Rohn, dalam buku Robi Afrizan Saputra)

Diperlukan suatu musim bagi kelapa hutan untuk menjadi matang, dan Diperlukan Waktu bertahun tahun untuk dapat mengubah atau membentuk kebiasaan baik atau buruk.  Perkembangan kebiasaan yang baik tidak dapat terjadi  dengan mendadak. seperti pertumbuhan sajur hidroponik di samping rumah saya, Pertumbuhan karakter memerlukan waktu.

Secara science jika saya mencoba untuk membuat buah masak lebih cepat, ia akan kehilangan rasa. Misalnya kawan saya memiliki tanaman dan untuk perdagangkan ia  petik tomat sebelum masak sehingga tidak lecek atau rusak selamat pengiriman ke toko toko. Lalu sebelum dijual, tomat yang masih hijau itu desemprot dengan gas CO2 (Karbon di oksida) supaya menjadi merah seketika. Tomat yang disemprot itu memang dapat terjual di dapat dimakan, tetapi tidak dapat dibandingkan dengan rasa tomat yang matang secara alami.

Kalau orang lain mencemaskan seberapa cepat harus bertumbuh, saya lebih memperhatikan seberapa kuat saya bertumbuh. Saya percaya tidak harus terburu-buru karena selalu ada jalan keluar.

Adanya Niat dan kesadaran adalah sebuah proses untuk menjadi  pribadi yang  berkarakter matang dimasa depan. Tentu saja menjadi orang yang berkarakter adalah harapan semua orang termasuk saya, tetapi perjalanannya akan memerlukan waktu seumur hidup.

Dengan melihat ada banyak karakter, maka untuk memperjelas saya bahas tentang  “apakah Anda punya kebiasaan menunda nunda waktu?”

Contoh paling sederhana adalah saya membuat perjanjian kontrak matkul dengan dosen bawah salah satunya “jika saya terlambat 15 menit terlambat masuk kelas maka saya bersedia menerima konsekuensi alpha (tidak dianggap masuk).”

saya pernah menunda nunda waktu, pada saat   besok hari akan melaksanakan ujian akhir semester UAS. Berjanji dengan dosen dan disuruh hadir pukul 7, di pagi harinya, saya berencana akan belajar pada malam hari. ketika waktu malam tiba,  saya mala bilang ” ah sebentar saja, pass pukul 20:00 wib saya akan belajar.”

saat waktunya tiba,saya malah munculkan alasan lain, ” Cape sekali hari ini. kalaupun dipaksakan pasti tidak akan maksimal. jadi belajarnya nanti subuh saja.  lalu saat waktu subuh datang, saya mala bagun kesiangan. Dan tidak jadi belajar untuk persiapan ijian.

Barangkali pengalaman anda mirip dengan cerita saya diatasi, dan biar tidak terulang kembali dengan hal yang sama kita semua perlu perhatikan manajemen waktu berikut;

1. Cacat hal-hal yang akan anda kerjakan

agar tidak bingung dan tahu bahkan lebih terarah dengan apa yang kita lakukan.

2. Tentukan Prioritas

dari setumpuk pekerjaan anda harus bisa menentukan hal penting dan segera dikerjakan,maka anda tidak akan buru buru dan menghemat waktu

3. Selesaikan satu persatu

mengerjakan banyak hal dalam satu waktu sama saya mempersulit diri sendiri jadi kerjakanlah dengan cicil maka perkejaan anda tidak akan menumpuk

4. Kurangi bermain media sosial
 
Dalam konteks C-19 semua dilakukan melalui media sosial online, tapi jangan sampai condisi ini membuat kita tidak bisa atur waktu untuk berinteraksi dengan teman kita yang membutuhkan kita.  hal ini juga hindari terjadi kecanduan dan bisa melakukan hal yang bermanfaat.

5. Pilih lingkungan dan Menyesuaikan diri

Pengaruh terbesar yang mempengaruhi kita adalah lingkungan dan dengan siapa kita bergaul, karena biasanya teman atau sahabat  sejalan belum tentu sepikir, ikutilah dia yang menolong mu maju dan ia berpengaruh positif.

politik

SURAT TERBUKA.

Yang Terkasih,
Abang Dubes dan Jenderal Freddy Numberi
Di Jakarta

Shalom!

Terimalah salam hangat dari adik Gembala Dr. Socratez Yoman.

Abang Dubes Freddy Numberi yang saya hormati, saya ada ikuti komentar Abang waktu pengesahan RUU Kelanjutan Otonomi Khusus pada 15 Agustus 2021.

Ijinkan saya mengutip pernyataan Abang Freddy, sebagai berikut:

“….kalau sekarang tidak, ya, saya maaf kata, ya, hampir seluruh provinsi Papua diisi oleh orang gunung saja. Orang pantai bertanya, kamu hebat apa ya? Saya sebagai kaka, saya sangat menderita…..”

Dari perspektif iman Kristiani, Firman Tuhan sedang dan sudah digenapi.

“….banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu. ” Akan tetapi, banyak orang yang pertama akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang pertama” (bandingkan Matius 19:30).

Seharusnya, Abang harus bangga, bukan “sangat menderita” karena melihat kemajuan adik-adikmu dari pegunungan yang selama ini dianggap terbelakang, belum bisa, belum mampu dan tertinggal.

Penunjukkan bupati Nabire pada saat Abang menjadi gubernur Papua adalah terobosan hebat dan luar biasa dan sekaligus membuka pintu atau jalan untuk adik-adikmu dari pegunungan untuk sejajar dengan teman-teman Papua pantai.

Abang adalah pahlawan, pelita, dan jalan untuk adik-adikmu dari gunung. Abang Freddy Numberi telah diutus Tuhan dan menjadi tangan Tuhan dan wajah Tuhan serta lidah Tuhan untuk mengangkat adik-adikmu dari gunung ditempatkan dan disejajarkan dengan saudara-saudara mereka dari pesisir pantai Papua yang sudah lebih duluan maju sekitar dua sampai tiga abad (200-300 tahun).

Pertanyaannya ialah Abang sangat menderita dalam hal apa?

Abang Freddy sangat menderita kalau adik-adikmu dari Papua gunung belum ada maju dan berkembang, bukan sebaliknya.

Abang jelaskan kepada kami adik-adik Papua yang berasal dari gunung. Abang Dubes dan Jenderal Freddy Numberi adalah pahlawan, perintis, pengayom, dan penuntun adik-adikmu dari Papua pesisir pantai dan gunung. Papua Tetap Satu dari dulu, sekarang sampai TUHAN Yesus Kristus menyatakan diri-Nya sesuai isi Kitab Suci, Firman Allah.

Begitu dulu, Abang Dubes Freddy Numberi tetap bintang dan jangan redupkan bintang itu dengan perkataan yang salah dan perkataan dengan standar rendah. Tuhan Yesus memberkati Abang.

Waa….Waa….Kaonak.

Ita Wakhu Purom, Sabtu, 17 Juli 2021

Gembala Dr. Socratez S.Yoman,MA

educative

MENGAPA GURU DI NEGARA MAJU LEBIH KHAWATIR JIKA MURIDNYA TIDAK BISA MENGANTRI KETIMBANG TIDAK BISA MATEMATIKA ?INILAH JAWABANNYA :

Ilustrasi Tulisan

Seorang guru di Australia pernah berkata :
“Kami tidak terlalu khawatir anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika”. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

Saya tanya “kenapa begitu?”

Jawabnya :

  1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantri.
  2. Karena tidak semua anak kelak menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dsb.
  3. Karena semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran Etika Moral dan ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak.

”Apakah pelajaran penting di balik budaya MENGANTRI?”

”Oh banyak sekali..”

  1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
  2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya jika ia mendapat antrian di tengah atau di belakang.
  3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal.
  4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain.
  5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
  6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian.
  7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
  8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
  9. Anak belajar disiplin, teratur, dan menghargai orang lain
  10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
  11. Dan masih banyak pelajaran lainnya, silakan anda temukan sendiri..

FAKTANYA di Indonesia..

Banyak orang tua justru mengajari anaknya dlm masalah mengantri dan menunggu giliran, Sebagai berikut :

  1. Ada orangtua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
  2. Ada orangtua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
  3. Ada orangtua yang memakai taktik atau alasan agar dia atau anaknya diberi jatah antrian terdepan, dengan alasan anaknya masih kecil, capek, rumahnya jauh, orang tak mampu, dsb.
  4. Ada orang tua yang marah-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain, lalu ngajak berkelahi si penegur.
  5. Dan berbagai kasus lain yang mungkin pernah anda alami.

Yuk kita ajari anak-anak kita, kerabat dan saudara untuk belajar etika sosial, khususnya ANTRI.

Budaya SUAP dan KORUPSI juga dimulai dari tidak mau belajar mengantri…..

politik

Kenapa OPM Ancam Bunuh Orang Jawa Di Papua

( Natalius Pigai)

Harap Makhlum kalau Orang Papua benci suku orang Jawa sampai OPM Ancam Bunuh orang Jawa di Papua.

Rasisme sistematis terus berkangsung dan Otak2 Rasis ini masih dipelihara, beri jabatan dan kekuasaan. Sementara Jokowi selalu Diam atau dia juga pendukung Rasisme entalah.

Konflik di Papua itu Konflik Rasialisne dan itu sdh sudah lama di pelihara kekuasaan di Jawa.

Rasis Risme seideologi dengan PDIP dan Jokowi. Ideologi mereka adalah ideologi kebencian dan rasialisme dan aparteit. Lihat saja kabinet Jokowi Putra Papua tidak ada, Itu Rasis dan Aperteiit.

Atas nama Rasisme; Emas, Perak, uranium, plutonium kau rampok terus, bikin gedung2 pencakar langit dilapisi emas, jembatan tanpa sungai melintasi metropolitan Jawa. Semua kekuasaan kau gunakan membantai bangsa Papua.

Tapi kau tidak akan pernah rampok harkat & martabat bangsa Papua.

politik

Press Realese Resmi Natalius PigaiTentang  Label TPN/OPM sebagai Teroris:

30-Apr-2021 08:17:AM

“Dari Simbol2 Negara Bangsa OPM Tidak Menganut Ideologi Maut. Lahir Lebih Dulu dari NKRI, Bintang Kejora 1942, Merah Putih 1944”

Keinginan Pemerintah untuk memberi label TPN/OPM sebagai organisasi Teroris tidak bisa. TPN/OPM adalah freedom fighter ditopang Konvensi Jenewa dan Hukum Humaniter sebagai Kombatan dan Organisasi yang pernah hadir di PBB dan saat ini pun sering hadir di berbagai Forum PBB sebagai penentang  kejahatan Koloni atau decolonisasi.

TPN/OPM adalah organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan dan pembebasan yang memiliki simbol-simbol negara bangsa (nation state simbols) Yakin; 1). Bendera (Bintang Kejora) yang melambangkan Cahaya dan sinar kedamaian. 2. Lambag burung mambruk  sebagai tanda kedamaian. 3. Lagu kebangsaan hai tanahku Papua pemujaan tanah dan air nasionalisme Papua. 4. Wilayah  kartografi Sorong sampai Merauke. 5. Rakyat Papua bangsa Melanesia berkulit hitam. Karena itu TPN/OPM tidak menganut ideologi maut tetapi ideologi kebebasan (freedom fighter).

Dari sejahrahnya sudah lahir sebelum Indonesia masih merah, pucuk dan kecil bahkan Bintang Kejora dan Persiapan kemerdekaan Papua sudah ada sebelum Negara Indonesia Lahir di Dunia yakni 1942 lahirnya bintang sampari oleh angganita manufaktur, proyek Papuanisasi oleh J Echoud, sedangkan Indonesia sendiri diakui oleh Belanda 1948. Tujuannya adalah kemerdekaan Papua.

Landasan filosofi maupun tujuan TPN/OPM adalah ideologi pembebasan bukan menganut Ideologi Maut. Lahir lebih dulu dari Republik Indonesia, Bendera Merah Putih lahir 1944, Bintang Kejora Lahir 1942.

TPN/OPM diakui di dunia secara perjuangan dan pembebasan bangsa atau tujuan dekolonisasi  maka legitimasi di dunia sudah pasti tidak dapat.
Saya melihat pelabelan ini hanya untuk menjustifikasi rasisme dan operasi militer yang lebih kuat yaitu DOM sebagai jalan cepat  genosida terhadap bangsa kulit hitam Papua.

Natalius Pigai, Komisioner Komnas HAM 2012-2017, Aktivis Kemanusiaan

Uncategorized

ACADEMIC SKILLS

CACATLAH  PEMBICARAAN

artinya menulis informasi yang anda mendengarkan atau membaca. Disana anda akan menghadapi tiga masalah ketika anda mencacatat pembicaraan.
Description isi
  1. Seorang profesor memastikan menemui seorang dosen.    Itu artinya kamu harus menulis  segerah pembicaraan professor.
  2. Sebuah cacatan harus sertakan semua pokok ide dan fakta.

Artinya kamu harus tahu bagaimana indentifikasi infformasih penting ketikan anda  dengar atau membaca.

3.Sebuah cacatan hasur mengandung alasan yang berbeda. Itu artinya anda harus mengorganisir cacatan anda agar dapat membantu anda mengingatnya.

Pada bab ini akan membantu anda meningkatkan kemampuan mencacat.Anda akan pelajari bagaimman:

  • Mengorganisir cacatan anda;
  • Indentifikasi informasi penting
  • Mencacat dengan cepat

Bagaimana strtegi ini membantu anda pada Menulis ?

Dengan pelajari mencacat yang baik kamu akan dengar dosen. Kamu kan memiliki informasi yang kamu perlukan untuk respon dari mendengarkan percakapan pertanyaan dan mempersiapkan diri berbicara dan menulis pertanyaan. Anda bahkan akan meningkat pemahaman membaca. Cacatan pembicaraan yang luar biasa adalah salah satu hal penting kemampuan akademik untuk sukses pada Menulis and   ketika kamu terdaftar di kampus atau program universitas.

Strtegi unntuk digunakan Antisipasi tujuanMembaga kertas dalm kolomPisahkan poin pelajaran utam dan tambahan  

Mengatur Cacatan Anda

  • Antisipasi tujuan

Jika kamu mengantisipasi tujuan bacaan dari dosen, anda akan sangup mempersipkan pikiran mu ubtuk menagkap informasi. Dan kamu akan sudah siap mringkas cacatan mu.

Strategi latihan

Tujuan paling umum bahasa akademik adalah menyediakan sebuah jawaban dari pertanyaan dasar.

Dalam textbook ada pertanyaan dan jawaban  dan dosen membantu anda pelajari subjects akademik

Opini

Giving info from whatsapp: C-19

  • Dear. “Friends of whatsapp users. Corona is scared of this”

I have a information for you, on Corona-19 situation everything done by online. To strengthen our potencial with kinestectic learning style or social interecting directly , space narrowed down by Mr, Corona.

What’s wrong with Corona in all situations?

Because, small children, young people, adults, aunts and grandmothers, men and women, He also brushes it off.

..But He was very afraid of this;

Behalded of SYCHOLOGY
The mind should not be saturated, or empty to do activities that involve the mind, for example; reading a books, a articles, playing games, watching movies etc, that’s making money because Corona-19 makes us unable to work in offices, schools, markets, gardens, moles etc.

By SCIENCE
Besides you doing health protocols as 3M recommended by the government of indonesia, actually you have a natural protector for the all body system it’s called IMUN. To help keep your immune system healthy, why don’t you eat fruit often, ha ha ha…

So don’t say this codition si so,so or trifled! because this abaout your life. Your big Career and dream will not comming true. If we die with the attracked Mr Corona-19

Once more…becarerfully because Mr Corona-19 Non stop!

Oh ia….I have a sugest for you so that don’t spending your time with someting wich bored.Than i recomenting for acses to thoes several link i entered.

  1. judul: Menangkapi surat radiogram: Dance Yulian Flassy Se. M.Si
    https://sociabuzz.com/artikelyonda/post/21722
  2. Judul: Pandangan Pria Terhadap Wanita :Papua https://sociabuzz.com/artikelyonda/post/21805
  3. judul: media pembelajaran susun yonda koloid (S.Y.K)
    https://sociabuzz.com/artikelyonda/post/21664
  4. judul: jujur dan cerdas : dalam kehidupan sehari-hari https://sociabuzz.com/artikelyonda/post/21725z

With pleasure, I hope this article is useful and wait for another article every week

#reading is free
#Your time is precious #education is the key
hormat saya
E.Yonda

non fiksi

“Mirip Ceritanya”

“Mirip Ceritanya”


Non fiksi

Cerita saat kita berkumpul bersama adalah bukanlah hal yang baru bagi kami. Kami adalah komplotan mahasiswa Papua di tanah Jawa. pada pukul 12:32 AM sekretariat jln. Raya Yasmin sektor 05 RT 04 RW 09 Kec.Bogor Barat. Cerita kali ini tidak sekedar cerita karena ada yang terpola, dialami oleh orang yang berbeda di tempat dan waktu yang berbeda pula. Saat saya menyaksikannya saya merasa perlu berbagai dalam bentuk tulisan agar perihal ini tidak hanya berlalu begitu saja, menghibur jiwa atas tekanan dan rasisme yang kami alami tapi orang lain yang tidak terlibat saat ini juga perlu tahu, barangkali cerita anda juga mirip dengan beberapa cerita yang terpola dibawa ini:

Abang || Eison wonda

Suatu hari dengan seorang Abang menunggangi sepeda motor dari tempat A ke tempat B.(Kata eison wonda) Lalu dalam perjalanan berhenti sejenak untuk mengisi bahan bakar (bensin) setelah abangnya selesai isi bahan bakar ia lupakan Eison wonda karena dikira sudah naik dibelakang padahal dibelakang adalah tas besar berisi barang barang mereka berdua. Setelah abangnya tibah di tempat tujuan ia merasa kaget karena tiba-tiba tidak ada Eison dengannya. Ternyata ia lupakan dia di tempat isi bahan bakar, akhirnya Eison wonda dijemput oleh orang lain dan ceritanya berakhir.

Miles || Ametia

Pada tahun 2019 hari Senin saat sinar mentari terbenam ada dua orang mahasiswa pulang kampus menaiki sepeda motor menuju pulang ke kontrakan. Dalam perjalanan pulang mereka mengalami kendela dengan sepeda motor mereka. sehingga mereka perlu membenarkan di bengkel untuk tambal ban. Setelah selesai miles menghidupkan sepeda motor dan langsung pergi meninggalkan Amet tanpa keterangan sehingga amet merasa tersinggung dengan tindakan ketidak ke sengajaan ini. dan miles merasa bersalah kepadanya setelah tibah di kontrakan mereka, Amet pun datang dengan keadaan kelelahan dan kacak-kacak air matanya mengingat kejadian tadi. setelah diceritakan mereka pun saling memaafkan karena sebenarnya semua itu tidaklah sengaja
cerita pun berakhir, senang sekali mendengarnya.

Erwin || Penumpang

Ibu tukang jual sajur sajuran di pasar sinakma adalah penumpang Erwin saat jenjang SMA YPPGI Wamena Papua. Keadaan saat itu Erwin sangat perlukan uang yang cukup untuk stor di pemilik sepeda motor lalu ia narik dan ia dapat penumpang ibu tukang jual sajur. ibu itu sudah naik di motor tapi turun kembali karena melihat jalan rusak dekat pangkalan tapi Erwin tidak merasakan ibu itu sudah turun dari motornya. setelah ia tiba di tempat tujuan ternyata ia gas tanpa penumpang “hal itu sangat lucu untuk didengar tapi itu benar benar terjadi” kata Erwin saat cerita. Melalui kejadian itu Erwin sangat kenal baik dengan penumpang di hari Hari setelah nya.

Kami muat perihal ini untuk memberikan informasi kepada pembaca dan budayakan menulis dari pada online di hadapan handphone yang tidak berdampak kepada perkembangan kerja otak karena otak kita perlu dilatih dengan kegiatan salah satunya mencoret….✍️🤝.

Yasmin bogor barat : 30 Januari 2021

educative

Daerah 3T,Mahasiswa lanny jaya di STKIPsurya

  

Photo bersama mahasiswi lanny jaya bersama keluarga besar STKIP Surya. 2018


      Komitmen pemerintah untuk tetap memprioritaskan pembangunan di daerah 3T(Terdepan, Terbelakang, dan Tertingal) demi meningkatkan kesejahteraan ( untuk  Terlepas  atau selamat  Dari segalah macam Gangguan ) masyarakat di daerah 3T sebagai daerah yang berdaulat serta meningkatkan SDM yang berkualitas untuk kedaulatan bangsa Indonesia. 

(Mego bilang,

senin 12 oktober,2020,dari; https://ditjenpdtu.kemendesa.go.id).

   Menjadi institusi yang peduli dalam peningkatan mutu pendidikan Indonesia khususnya daerah 3T. Tujuan (STKIPsurya no 4).  Maka penulis bersedia memperjelas maksud dari istilah 3T sebagai berikut:
 

Terdepan
      Dikatakan Terdepan bukan berarti maju terlebih dahulu dalam pendidikan, melainkan diutamakan,difokuskan,terdepankan dalam suatu visi atau misi indonesia lain dalam memajukan pendidikan pada umumnya di Indonesia dan pada khususNya PAPUA.
  

Terbelakang
      Biasanya suatu daerah akan mengalami perubahan dan kemajuan  adalah daerah yang terdekat dengan ibu kota negara. Karena itu tidaklah heran bahwa hal ini menjadi faktor utama dan presentase data selalu menunjukkan perkembangan pendidikan di Papua hampir berhenti/ redah.

Tertinggal
   Mereka yang tingal di daerah terpencil dicecerkan atau ditinggalkan  karena belum adanya upaya fungsi kontrol,pemerintah pusat melalui pemda daerah.  Yang bersifat konsisten dan terdanai untuk memulihkan kondisi  Pemerataan pendidikan diseluruh indonesia.

    Untuk melihat faktor-faktor  yang memperlambat  pemeretaan pendidikan,  pemerintah perlu buka Kerang/ ruang dan bekerja sama dengan pihak kampus “untuk melakukan kajian kajian dan melibatkan orang asli daerah tersebut menjadi pelaku pendidikan”, karena secara historis dan kultural bahkan secara sikologi  akan memungkinkan  dapat terjadi proses pendidikan sesuai kebutuhan lokal, mendukati keinginan pemerintah.

Selain itu baik sekali mempersiapkan sumber daya manusia (SDM)  daerah setempat, seperti yang dilakukan oleh Prof. Drs. Yohanes Surya, M.Sc., Ph.D. dilaksanakan melalui kampus STKIPsurya dan Surya University, agar dapat memajukan dan menjadi pelaksana program pemerintah yang berkelanjutan.

    Menurut penulis, pendekatan pendidikan  harus dilakukan dengan princip berkeadilan,  Bukan  kirim aparat sebagai guru dan menjadi mata mata semata dengan cara pandang bahwa; orang Papua kerja sedikit minta banyak, pemalas, pemberontak,tidak mampu, tidak mau diproses, kepala batu  dll. Jika Dari waktu ke waktu dari orang yang berbeda masih pelihara cara pandang ini, maka penting sekali mengerti   …sebuah ilustrasi  ini bisa menjadi dasar pikiran bahwasanya,  ” jika kita mau memberikan sesuatu(…) kepada seseorang, pastikan ia siap secara mental ,keinginan,motifasi  dan iklas untuk meneriman-Nya.  Sebab pintu hati,pikiran,perasaan  sudah terbuka  maka, dipastikan: energi,waktu,daya,dana yang kita berikan akan sangat berguna”.

  Sekali lagi, tidak harus pergi ke daerah 3T, tapi kita bisa menjadikan teladan seperti yang dilakukan oleh pihak STKIPsurya, datangkan orang-orang yang benar-benar dari Daerah 3T, yang sangat membutuhkan kesempatan belajar seperti,kedua orang tuaNya finansial ekonomi tidak menentu, tapi harus berhati-hati adil dan teliti saat rekrutan, karena pengalaman penulis , terdapat permainan kepentingan atau keluargaisme. sehingga anak yang memiliki kemampuan dan keinginan hak belajar dirugikan.

“Untuk menekang atau menghilangkan sebutan daerah 3T dari tahah air ini, pemerintah pusat,provinsi,dan daerah perlu dan penting untuk kerja sama dan mendanai  terhadap setiap lembaga atau kampus yang sesunguhnya mendukung penuh program pemerintah.”

…Agar pihak kampus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) daerah 3T, sebagai pilar atau pondasi yang meneranggi kegelapan cakrawala ilmu pengetahuan, hal ini harus sejalan dengan definisi pendidikan yaitu dilakukan dengan usaha sadar,konsisten,terkawal,dan termonitor untuk mewujudkan  “tenaga pendidik unggul dan berkualitas di bidang pendidikan, sains, dan teknologi menuju Indonesia jaya pada tahun 2030”. (Diambil minggu 11 juli 2021, dari http://www.stkipsurya.ac.id/profil.html).

Tentang Tulisan 

Muatan ini dituangkan Senin, 11 Maret 2019. BertempaT di RDG STKIP Surya Jn. Iman Bonjol no 88, Karawaci. Diedit dan publish 11 juli 2021.

Fallaw me

123 Example St, San Francisco,
CA 12345-6789
hello@example.com
(123)-456-7890

educative

Analisa dari sudut pandang science:Lilin

Lilin adalah suatu materi yang terdiri dari beberapa komponen yang dapat berubah dan memiliki sifat fisika dan kimia dengan fungsi tertentu.

Komponen adalah beberapa materi yang digabungkan menjadi satu materi yang saling berhubungan satu sama lain.jadi lilin dibentuk dari lemak hewan dan minyak berat.

sifat fisika berwujud padat, cenderung warna putih, dapat diukur, cukup tinggi titik leleh yaitu 47’c_66’c

sifat kimia memiliki masa molekul yang tinggi,zat jenuh, dapat larut dalam pelarut organik, memiliki rentang rantai karbon C31_C40 berfungsi sebagai sumber penerangan digunakan pada hari natal, pewangi ruangan, perayaan ulang tahun, makan malam romantis, background studio dan hal serupa lainnya.

Kemudian disaat lilin digunakan terjadi dua perubahaan:
•perubahan fisik dapat diamati pada bodynya ketika api menyala pada sumbunya padatan lilin akan meleleh menjadi cair akibat energi panas api pada sumbu namun komposisi kimia nya tidak berubah sama sekali karena padatan yang mencair tadi bisa dibentuk lagi atau kembali seperti semula atau utuh sebelum lilin digunakan.
•perubahan kimia terjadi pada sumbu lilin ketika api dinyalakan sumbu yang terbakar menjadi karbon atau arang tidak dapat kebalikan menjadi sumbu yang utuh sebelum digunakan karena komposisi kimia nya sudah berubah yaitu sembuh menyadi arang atau karbon.
Jadi perubahan fisika adalah dapat kembalikan wujud semula sedangkan perusahaan kamia adalah tidak dapat kembalikan wujud semula dan menciptakan zat baru yang beda sifat dan komposisi kimianya.